Di London tahun 1910, Katharine Hilbery yang berpendirian teguh menolak ekspektasi keluarganya perihal pernikahan demi mengejar karier di bidang astronomi. Namun, tekadnya diuji ketika sang ayah mendesaknya untuk menjalani pertunangan yang tidak ia inginkan. Melalui persahabatan baru—termasuk dengan seorang aktivis hak pilih perempuan yang berani dan seorang editor yang bijaksana—Katharine mulai mempertanyakan batasan-batasan yang ditetapkan oleh masyarakat, cinta, dan tradisi, hingga akhirnya ia mencari jalan hidup yang benar-benar menjadi pilihannya sendiri.














